PPDB DKI : Sistem zonasi dikeluhkan Orangtua Murid.

JAKARTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov DKI Jakarta ingin menghapuskan diskriminasi terhadap sekolah unggulan dan non unggulan. Untuk itu Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan dengan sistem zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, hilangnya diskriminasi sekolah diharapkan bisa membuat kualitas pendidikan lebih merata. Namun diakuinya, untuk mencapai tujuan ini tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

“Ini membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai itu semua,” kata Taufik kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Taufik, sekolah-sekolah non-unggulan harus dapat meningkatkan kredibilitasnya agar pemerataan tercapai. Selain itu pengetahuan dan kompetensi guru serta kepala sekolah juga harus ditingkatkan.

Taufik menambahkan, Dinas Pendidikan akan turun tangan langsung untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah tersebut. Salah satunya dengan memberikan pembinaan terhadap para guru.

“Kami minta orang tua bersabar, ajarkan para peserta didik untuk belajar sebaik mungkin. Tugasnya kami, Dinas Pendidikan, untuk menyamakan kualitas sekolah. Kami akan membina para guru dengan standar yang sama,” janjinya.

Lebih lanjut Taufik mengakui sistem zonasi sempat dikeluhkan oleh beberapa orang tua siswa. Pasalnya, para orang tua merasa tidak bebas untuk memilih sekolah terbaik bagi anaknya.

“Tetapi banyak juga yang merasa terbuka untuk mendapatkan sekolah yang berkualitas, khususnya yang satu wilayah. Mereka juga harus diakomodir juga dong, kita bangun prinsip school based community,” paparnya.

Sekedar diketahui, sistem zonasi membatasi pilihan sekolah calon peserta didik berdasarkan domisili tempat tinggal. Dengan sistem ini, setiap sekolah wajib memberikan sejumlah kursinya bagi calon peserta didik yang tinggal di dalam zonanya. Akibatnya, peluang masuk bagi calon peserta didik dari luar zona menjadi lebih kecil. (Sumber: jpnn.com)

About Admin

Apa adanya.... bukan adanya apa....

Posted on 2 Juli 2013, in HeadLine News. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Salam Hormat,
    Sistem Zonasi di perkenalkan memang bagus, tetapi pemblokiran untuk anak-anak yang belum masuk di dalam KK sangat menyedihkan kerna anak-anak yang mau mendaftar di sekolah yang di inginkan tidak tercapai malah terpaksa di tempatkan di luar DKI atau Swasta yang mana akan membebankan keluarga yang tidak di fikirkan olih pemerintah; seperti keamanan dan belanjawan yang tidak mencukupi, akhirnya anak-anak terpaksa tidak sekolah untuk menunggu pendaftatan KK tersebut tercatat di Online selama 1 tahun. Ini sanggat menyedihkan kepada keluarga yang terlibat. Seolah olah pemerintah ternyata tidak mementingkan pendidikan anak-anak malah mementingkan pendaftaran data-data keluarga sedangkan apabila sudah di daftar di sebuah kelurahan dengan penandatanganan olih RT, Kelurahan dan orang tua sudah mencukupi untuk di bolihkan anak-anak mendaftar di sekolah tersebut tetapi malah di tindas dan di blok hanya kerna NIK anak-anak belum masuk di Online pendaftaran KK kerna terlewat mendaftar. Padahal, sistem ini sanggat simple dan malah di beri kesusahan kepada keluarga yang bersangkutan. Apa lah salah nya di arahkan sekolah itu bolih menerima anak-anak itu untuk mendaftar dan belajar di sekolah yang di kehendaki asalkan KK keluarga anak-anak sudah terdaftar di kelurahan sementara menunggu proses pendaftaran di Online. Ini tidak, malah di blok anak-anak untuk masuk ke sekolah yang di inginkan hanya kerana pendaftaran Online belum terdaftar. Ini beerti pemerintah lebih mementingkan pendaftaran data dari pendidikan anak-anak padahal pendaftaran masih bolih di dapatkan dan di proses sehingga 1 tahun tanpa menghalang anak-anak mendaftar di sekolah yang di kehendaki. Sungguh pemikiran pemerintah terlalu sempit dan tidak memikirkan perjuangan anak-anak dan keluarganya juga berjuang mendidik anak-anak untuk menjadi orang yg berguna. Cogan kata yang di laung laung olih pemerintah untuk mendidik anak-anak hanya di mulut tapi tidak di hati dan tidak di praktikan malah menghancurkan perjuangan nak-anak.
    Renungkanlah dan fikir-fikir lah dahulu dengan teliti dan sematang matangnya sebelum memperkenalkan sebuah sistem kepada rakyat. Jangan hanya sudah kenyang tetapi malas menghiraukan nasib anak-anak dan keluarga yang tidak berkemampuan.

    Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: