DISKUSI PENDIDIKAN DKI JAKARTA : Upaya menghidupkan RSBI?

Setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda, sesuai dengan program yang telah dicanangkan setiap sekolah. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang menyamaratakan biaya pendidikan dalam bentuk dana BOS atau Biaya Operasional Sekolah hendaknya tidak menutup peluang dan peran masyarakat yang ingin membantu dan memajukan pendidikan.

Sudah sepatutnya masyarakat yang ingin berperan, baik dari sisi keuangan, sarana dan prasarana, sumbangan pemikiran, dan sebagainya, harus diterima. Namun demikian, prinsip akuntabilitas dengan audit yang benar menjadi syarat penting. Di samping itu, akses pendidikan demi keadilan bagi seluruh masyarakat, juga harus dikedepankan.

Demikian benang merah dari kegiatan, Focus Group Discussion (FGD) pendidikan bertema “Peran Serta Masyarakat Menuju Akses Pendidikan yang Luas, Adil, dan Berkualitas” yang diadakan di SMAN 61, Jakarta, Jumat (10/5/2013).

FGD dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Dr. Taufik Yudi, menampilkan narasumber pengamat pendidikan Darmaningtyas, Ketua Dewan Pendidikan DKI Jakarta Dr. Margani Mustar, Ketua Komite Sekolah SMAN 61 Suprayogi, SH, praktisi media Andi Reza  dan dihadiri para Ketua dan anggota Komite sekolah dari SMA di Jakarta, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Prof.Agus Suradika, Kepala-kepela bidang dan sejumlah guru.

Darmaningtyas mengatakan, bantuan masyarakat yang diberikan kepada sekolah bukanlah barang haram. Malah, bantuan itu sangat dibutuhkan untuk lebih memajukan sekolah bersangkutan. Asalkan dengan catatan, tidak memaksa dan secara psikologis tidak menekan bagi mereka yang tidak mampu.

“Memang diperlukan penggalangan dana untuk ikut membantu sekolah yang emmiliki program yang bagus, namun dari sisi dana yang dialokasikan lewat BOS tidak mencukupi. Saya tidak masalah, agar dana itu diaudit dan penggunaannya transparan,” ujar Darmaningtyas

Agus Suprayogi, Ketua Komite Peduli Mutu Pendidikan mengatakan tanggung jawab pendidikan tidak semata-mata hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun peran masyarakat tetap dibutuhkan untuk membangun pendidikan yang lebih berkualitas.

Peran Komite SMAN 61 yang berhasil mengembangkan sekolah dan membangun beberapa sarana, bahkan mampu membeli aset tanah untuk penambahan gedung sekolah dan sudah diserahkan ke pemerintah, dipuji Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi.

Mantan Kepa Dinas Pendidikan DKI yang juga Ketua Dewan Pendidikan DKI, Margani Mustar mengatakan, peran masyarakat dalam hal ini bantuan dalam bentuk donasi dana untuk membantu kegiatan sekolah, sudah selayaknya diperbolehkan.

Praktisi media Andy Reza mengatakan tidak perlu khawatir pada media atau pers soal donasi bantuan dari masyarakat, apabila semua dilakukan dalam koridor yang benar dan dana digunakan untuk kemajuan pendidikan.

“Mengapa takut dengan pers? Karena pers hanya memberitakan apa yang terjadi,” katanya

COBA TELAAH DENGAN BERITA DIBAWAH INI :

Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dampak dari keputusan itu adalah dihilangkannya RSBI dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang membawahi bidang pendidikan menilai keputusan itu sudah tepat. Hal ini karena sistem RSBI membuat adanya kesenjangan di antara anak didik.

“RSBI membuat peluang adanya kontroversi dan penyimpangan. Ada kesenjangan status antara anak didik satu dan anak didik lain. Ada kesan elitis dalam penerapan RSBI ini,” ujar Taufik, Selasa (8/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Ia juga berharap agar setelah RSBI dihilangkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lagi menerapkan sistem serupa dengan nama yang berbeda. “Jangan muncul istilah lain yang tidak menimbulkan semangat kesetaraan dan istilah lain untuk akal-akal dalam pengambilan keputusan,” ucap Taufik.

Untuk tahap selanjutnya, Taufik mengatakan, DPR akan segera melakukan rapat konsultasi antara Komisi X dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas pelaksanaan dari keputusan MK ini. Taufik berharap agar keputusan MK ini bisa menjadi pembelajaran bagi dunia pendidikan ke depan.

“Jangan jadikan lagi sistem pendidikan kita jadi kelinci percobaan,” kata Taufik.

Diberitakan sebelumnya, MK memutuskan mengabulkan permohonan uji materi atas Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dampak dari keputusan itu adalah dihilangkannya RSBI dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Keputusan itu dibuat MK setelah memeriksa bukti dan mendengarkan pendapat pemerintah serta anggota legislatif.

“Menurut Mahkamah, permohonan penggugat ini dinilai beralasan menurut hukum. Mahkamah mengabulkan gugatan tersebut,” kata Hakim Ketua Mahfud MD saat pembacaan putusan di ruang sidang MK, Jakarta.

Putusan ini dikeluarkan oleh MK setelah menimbang bahwa keberadaan RSBI dan SBI tidak sesuai dengan konstitusi yang ada. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan adalah biaya yang mahal mengakibatkan adanya diskriminasi pendidikan.

Selain itu, pembedaan antara RSBI-SBI dan non-RSBI-SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.

Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran di sekolah RSBI-SBI juga dianggap dapat mengikis jati diri bangsa dan melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.

Seperti diketahui, materi yang digugat adalah Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal ini telah menjadi dasar hukum penyelenggaraan sekitar 1.300 sekolah berlabel RSBI.

About Admin

Apa adanya.... bukan adanya apa....

Posted on 10 Mei 2013, in HeadLine News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: