GAJI & TUNJANGAN PNS WOOWW… ADIL GAK SIIHHH BAGI YG HONORER.

Pemerintah terus memanjakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan meningkatkan kesejahteraannya. Selain kenaikan gaji yang menyesuaikan inflasi, pemerintah juga melakukan perbaikan struktur penggajian dan pemberian tunjangan berbasis kinerja.

Tunjangan kinerja, saat ini sudah diberikan terhadap 56 kementerian/lembaga yang telah melaksanakan reformasi birokrasi.

“Namun besarannya masih sekitar 40–50 persen dari pagu yang ditetapkan,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar seperti dikutip detikFinance dari situs resminya, Selasa (19/3/2013).

Seorang pegawai golongan III-A berada di grade 8, mendapat tunjangan sekitar Rp 2,5 juta, ditambah gaji pokok dan tunjangan lain, penghasilannya tidak kurang dari Rp 5 juta.

“Saat ini pegawai yang grade di bawah 8 sangat sedikit, karena PNS umumnya lulusan sarjana S1,” ujarnya.

Sedangkan grade tertinggi, yakni pejabat eselon I mendapat tunjangan Rp 19 juta lebih. “Ditambah dengan tunjangan lain, penghasilannya tidak kurang dari Rp 30 juta sebulan,” jelas Azwar.

Diakuinya bahwa pemberian tunjangan tahap pertama itu belum mencerminkan kinerja PNS, tetapi lebih diarahkan agar PNS membawa pulang penghasilan yang sah. Pasalnya, selama ini PNS yang gajinya kecil tetapi kenyataannya mendapatkan penghasilan tambahan dari berbagai honor.

“Dengan adanya tunjangan kinerja sebesar itu, kini berbagai honor yang tidak jelas dihilangkan,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, setiap kementerian/lembaga juga harus melakukan efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting dan kurang relevan dengan core business instansi dipangkas, seminar-seminar atau konsinyasi, serta perajalanan dinas dikurangi. Dari efisiensi itu digunakan untuk membayar tunjangan kinerja pegawai, sehingga tidak menimbulkan pembengkakan APBN.

Diakui, saat ini sudah ada instansi yang menerima tunjangan kinerja 100 persen, yakni Kementerian Keuangan. Untuk menuju ke sana, kementerian/lembaga lain harus menerapkan indikator kinerja utama (IKU), tidak saja organisasi, tetapi sampai ke individu.

“Saat ini K/L yang sudah menerima tunjangan kinerja tengah melakukan assessment, membuat ukuran-ukuran kinerja pegawainya. Di sini, ketentuannya sangat ketat, tidak hanya berdasarkan daftar hadir atau ukuran-ukuran kedisplinan, tetapi lebih pada kinerja,” ujar Azwar.

Sebagai gambaran, seperti yang berlaku di Kementerian Keuangan seorang pegawai golongan IIIA, seperti Gayus Tambunan, bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 10 juta. Itu pun kalau target kinerjanya bisa dicapai 100 persen. Namun sebenarya tidak sedikit pegawai di sana yang tidak bisa mencapai angka 100 persen.

sumber detik.com

About Admin

Apa adanya.... bukan adanya apa....

Posted on 28 April 2013, in HeadLine News. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. alkanchie@gmail.com

    sungguh tidak adil…
    malah kebanyakan lebih berat tugas yang honorer karna takut dipecat…
    sedangkan yang pns bnyak yang melalai kan tugas krna sibuk menyiapkan adm, sementara yang dilapangan terlupakan

    • Makanya Indonesia tidak maju-maju soal kesejahteraan rakyat. Karena ada prinsip feodalisme melekat kuat di benak para pejabat. Kalau ada yang murah kenapa harus mahal. Makanya dengan berbagai metode dilakukan untuk menekan yang lemah seperti Honorer. Tantangan kita kedepan adalah bagaimana memberantas pejabat-pejabat pemerintah yang tidak mau atau tidak berniat untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

  2. keadilan dlm pemberian gaji dan tunjangan di lingk PNS memang msh jauh dr harapan (berakibat kinerja bisa jd makin menurun). tun kin diberikan bukan berdasarkan kinerja tetapi lebih pd tingkatan jabatan (terutama jab fungsional). mereka yg tanpa jab (non fungsional) walau sarjana/bermotivasi/berprestasi hmpr sama nasibnya dng yg honorer dlm menerima tunj kin. sedangkan yg sdh mendptkan tunj fung msh mendptkan jg tunkin (mendptk 2 tunjangan) walau minim kontribusi. system yg aneh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: