Hanya 7 mata-pelajaran, untuk jenjang SD di-kurikulum 2013

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengubah kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum 2013 yang akan mulai berlaku Juli 2013 sudah bisa dipastikan akan benar terjadi. Kurikulum pendidikan nasional yang saat ini masih digodok dan jadwalnya akan Februari 2013 nanti terjadi penyederhanaan jumlah mata pelajaran.

Kurikulum pendidikan nasional dengan konsep penyederhanaan jumlah mata pelajaran terus digodok bersama tim dari pemerintah pusat dan sejumlah pakar pendidikan. Hampir dipastikan untuk siswa sekolah dasar (SD) hanya akan ada 7 mata pelajaran dari 11 mata pelajaran sebelumnya diajarkan di bangku sekolah dasar.

Seperti dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Suyanto yang dikutip dari Kompas (02/10). Inilah 7 mata pelajaran yang akan diajarkan untuk siswa SD di kurikulum pendidikan baru 2013:
1. Pendidikan Agama
2. Bahasa Indonesia
3. PPKn
4. Matematika
5. Kesenian
6. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan
7. Pengetahuan Umum

Khusus untuk mata pelajaran IPA dan IPS, Kemendikbud menilai kedua mata pelajaran itu belum perlu dipisahkan untuk jenjang SD. Diwacanakan, keduanya akan dilebur menjadi satu mata pelajaran bernama Pengetahuan Umum yang memiliki muatan yang terintegrasi dengan jenjang SMP dan SMA.

Sebelumnya Suyanto juga menyampaikan jumlah mata pelajaran di SD untuk kurikulum pendidikan baru ini akan lebih disederhanakan, tetapi muatannya lebih mendalam. Hal ini berbeda dengan kondisi mata pelajaran di SD saat ini yang cakupannya terlalu luas, tetapi tidak sebanding dengan isi materinya.

Kemendikbud memilih mata pelajaran yang lebih mengedepankan pembentukan sikap dan mengandung dasar-dasar mata pelajaran yang memiliki substansi pengembangan wawasan umum. Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014. Bagaimana komentar Bapak Ibu Guru dengan penyerderhanaan mata pelajaran di SD dengan menjadi 7 mata pelajaran saja? Tulis saja di kolom komentar!

About these ads

About Admin

Apa adanya.... bukan adanya apa....

Posted on 24 April 2013, in HeadLine News. Bookmark the permalink. 31 Komentar.

  1. guru bahasa inggris SD

    trus.. guru bahasa inggris dan bahasa daerah gmn nasibnya? dipecat? tahun ajaran 2013-2014 saya jadi pengangguran. terima kasih Bapak Mentri.

    • Yah apa mau dikata … Guru Bahasa Inggris di SD memang tidak punya ‘masa depan’. Kalau ada yang diangkat sebagai guru tetap (di negeri), itu menyalahi aturan yang berlaku, apalagi sampai (dijanjikan) mendapat sertifikasi (?). Harus disadari dan dimengerti sebelum masuk bekerja jadi guru SD, bahwa Bahasa Inggris DARI DULU hanya sebagai MULOK dan tidak pernah jadi mapel pokok/utama. Jadi beginilah nasibnya. Saya sendiri siap ganti haluan pekerjaan, MELANJUTKAN HIDUP, dengan ‘sedikit menyesal’, karena saya sudah belasan tahun mengajar di SD :( … Wasted years. Bright future? NONE :)

    • saya tidak setuju kalau pelajaran bahasa inggris di hapus karena e

    • iya pak menteri gimana nasip guru b.inggris SD padahal kami sudah jadi K2.kalau kami di pecat berarti jadi PNS hanya mimpi.terima kasih karena telah membuat kami jadi penganguran

    • Jangan gusar, Bahasa Inggris tidak dihapus, tapi menjadi bagian dari Ekskul, tinggal tergantung sekolahnya, masih perlu dengan Bahasa inggris tidak ?

  2. tolong berikan solusinya , jangan hanya menghapuskan saja…apalagi penghapusan tersebut akan berdampak pada tunjangan sertifikasi yang seharusnya menjadi hak para guru yang mengajar Bahasa Inggris di SD…..

    • Joke :
      Sepertinya sertifikasi sudah ‘terengah-engah’ dan hampir ‘punah’ … Dananya semakin berkurang atau mungkin malah tidak ada …? Dengan penghapusan mapel ini, dana mungkin saja ‘terselamatkan’ …
      Hehehe …

  3. apa alasan mata pelajaran bahasa inggris di hapus untuk tingkat SD, menurut saya mata pelajaran bahasa inggris sangat penting harus ada di tingkat SD, membuat anak-anak kecil akan lebih pintar dalam bahasa inggris, kita kan harus menjadi bangsa yang lebih maju,

  4. ahmad wirono gendro

    ya sangat setuju
    karena inti pendidikan dasar adalah “calistung”
    jika anak sudah pandai membaca, menulis dan berhitung
    maka tinggal pengembangan dengan cara pemerintah menyediakan buku2 yang bermutu
    bapak dan ibu guru hanya sebagai motivator dan fasilitator
    jadi mata pelajarannya cukup 3
    yaitu :
    1.mata pelajaran membaca,
    2.mata pelajaran menulis dan
    3.mata pelajaran berhitung

    • Seperti tahun ’45 ya Pak … :) Menurut saya, perlu ditambah Budi Pekerti … Mantep, Pak.

    • kurikulum diganti tidak apa…yang penting buku pelajaran di berikan gratis……….ke sekolah -sekolah swasta / negeri…..

  5. laili fajarini

    Knapa sibuk skali mau menghapus jenis mata pelajaran tertentu sih? Yang perlu diperbaiki itu budi pekerti SDM nya. Anak skrg mana ada yg takut sama gurunya,perilakunya tdk sopan,kalau dimarahi atau diberi tindakan hukuman selalu berdalih pelanggaran HAM,kekerasan pada anak,asal niat dan tujuannya benar serta tdk membahayakan,saya kira itu bisa mendidik kedisiplinan anak. Dan stantar penilaian itu apa gunanya?semua nilai dibikin bagus demi memenuhi standar penilaian,padahal nilai sebenarnya benar-benar mengecewakan,akan tetapi di raport nilainya tinggi untuk menjaga gengsi sekolahan. Anak jadi malas belajar karena nilainya tetap bagus meskipun tdk belajar. Saya harap hal tersebut diperhatikan, perbaiki dahulu akhlaknya,baru memikirkan kurikulumnya!!!!!!!

  6. pendidikan kok buat kelinci percobaan. Apa yang ada diotak hari ini maka hari ini juga harus dilaksanakan. LUAR BIASA!!!!!!!!!!!!!!!
    SDM belum beres………..
    INFRASTRUKTUR belum beres……………..
    KURIKULUM belum beres………………..
    anak didik kita mo dibawa kemana???????????????????????

  7. pak menteri yang terhormat,
    sampeyan memang ndak punya otak, mikir pake dengkul…
    nasib saya gimana kalo pelajaran bahasa inggris dihapus?
    jadi pengangguran? bapak mau ngasih makan anak saya?

  8. dadang taraju tasikmalaya

    Beri kesempatan sekolah untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, kekeluargaan, indah, bersih, dan keagamaan yang berwawasan luas, disukai almamater, orang tua, masyarakat, sehingga semakin berumur sekolah semakin refresentatif, bukan semakin sempit dan memprihatinkan bahkan sekolah merupakan tempat yang paling baik dari pada rumah serta gedung-gedung lainnya dengan demikian insyaaloh sekolah akan menjadi sumber kebudayaan yang baik dan sumber inspiratif serta modal pembangunan bangsa ke depan, amin.

  9. EEEEhhhhhh…..klo di pabrik sih kita bisa pindah bagian…. tapi klo guru bahasa inggris gk di pake di SD…emang mau pindah kemana??? Cari SMP ato SMa !!! …eee… boro – boro lari kesana ….mereka yg di SMP dan SMA aja sdh ribut cari tambahan jam utk dapat TPP….. Aduh! bikin krbijaksanaan kok malah menciptakan kesengsaraan wong cilik!

  10. GURU BAHASA INGGRIS SD / MI JANGAN KHAWATIR..! BACA NIH..
    Nuh menyampaikan, pada desain minimal perubahan kurikulum 2013, solusinya sekolah masih dapat menambahkan pelajaran lain. Misalnya, di SD sudah tidak ada mapel Bahasa Inggris, tetapi sekolah dapat menambahkan mapel tersebut. ‘’Atau solusi lainnya dapat dengan konversi mapel, seperti memunculkan dalam ekstrakurikuler dan kegiatan sekolah lainnya. Untuk para pendidik ketika mengajar ekstrakurikuler atau kegiatan lain tetap dihargai atau dihitung dalam 24 jam, sehingga tidak ada diskriminasi,’’ tandasnya

    http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/05/06/223946/16/Mendikbud-Jamin-Guru-Tidak-Menganggur

  11. dear bapak menteri,
    saya sih nggak peduli mata pelajaran mau dikurangi atau mau ditambah, atau mau dihapus semua, silakan. toh saya tidak punya anak istri. tapi mohon perhatikan guru yang lain pak. oh, saya guru komputer sd, memang nggak pernah berharap mendapat sertifikasi, karena tahu sertifikasi cuman modal dengkul aja. emang negara punya uang berpa mau ngasih tiap tahun ratusan juta? ngasih makan PNS yang kerjanya cuman nongkrong ama guyon aja susah, kok mau ngasih tunjangan buat guru swasta. ngimpiiiii… kalo begini nanti semakin banyak teroris jangan salahkan kami ya, pak menteri. kalo kriminalitas semakin banyak jangan salahkan kami. kalo negara tambah miskin dan bobrok jangan salahkan kami. kalau saya pikir sih, ini cuman akal-akalan supaya dapat duit lagi menterinya karena dengan menyusun dan mengganti kurikulum tiap tahun kan dapet duit terus tuh. diterusin aja deh, pak menteri, saya yakin iblis akan selalu beserta anda.
    terima kasih.

  12. terima kasih menteri pendidikan yang “PINTAR” yang sudah membuat kami guru bahasa inggris SD tersingkirkan!!

    • Pak Nuh… Sy gak bisa bilang apa2…nasib sy 9th ngajar bhs inggris percuma kalau akhirnya pns cuma angan2…

  13. Ya ga usah terlalau ekstrim lah….! pake main hapus segala….! Disederhanakan aja materinya…! Bahasa Inggris SD itu sangat penting karena anak SD itu perlu belajar / meperbanyak Vocabulary ( kosa kata ) dan percakapan tingkat dasar…! masa nanti anak SMP belajar : is this a book….???

  14. kalau kita lihat negara2 yang perkembangan teknologinya melebihi Indonesia, seperti Malaysia, Singapore, India, dll, mereka bisa lebih maju karena warganya lebih banyak menguasai bhs Inggris. karena banyak buku2 teknologi dengan bhs Inggris. kalau anak2 kita SD ga penting belajar bhs Inggris. Bagaimana bangsa kita kelak bisa bersaing dengan mereka…? kita akan selalu ketinggalan dong pak Mentri..?!

  15. Risma_S2000@yahoo.com

    Anak-anak di Indonesia sdh pada pintar bahasa inggris dan komputer pak menteri. bahkan sudah lebih pintar dari anak-anak di negara maju tuh. jadi anak-anak SD di Indonesia perbanyak belajar PKN aja tuh. hahahahahahahahah

  16. saya calon mahasiswa fkip b.ing nih…jd ga smangat mau kuliah…bpk menteri gmna seh,.b.ing ko dihapus..mapel penting buat masa dpan saya pkir…pindah alih prodi lah saya..prodi hub.internasional..

  17. Yang jelas dengan adanya kurikulum 2013 ini tentunya ada positif dan kemungkinan negatifnya karena ada beberapa mata pelajaran yang dihilangkan.

  18. Budiyanto, S. Pd

    Pak menteri yang baik hati, bagaimana dengan saya yang mengajar Mata Pelajaran Bahasa Inggris? Bagaimana juga dengan Sertifikat Profesi saya, dengan adanya kurikulum 2013 ini? Walau menurut pernyataan bapak tidak ada masalah, akan tetapi bagi saya tetap was-was karena takut jika Tunjangan Profesi nya tidak cair. Belum diberlakukan saja, Tunjangan Profesi saya tahun 2013 ini tidak sesuai golongan yang ada dengan SK Impassing saya. Bagaimana jika benar diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014 tahun ini? Tolong kami (saya) pak….!!!!!! karena hal itu sangat berarti bagi saya. Trimakasih.

  19. lama-lama pusing dan capek mikirin ini semua, pada dasarnya semua mengharap kemajuan tanpa memperhitungkan semua lebih rinci. sebetulnya apa sich alasan ini semua?
    1.benarkah rusaknya moral karena pembelajaran bahasa inggris di sd?
    2.benarkah untuk menyelamatkan sebagian anggaran negara/daerah?
    kalau seperti berikan kami alasan yang mendasar,
    mungkin kalau jawaban yang pertama apa mungkin seorang guru tidak melakukan yang terbaik demi anak didiknya?
    ke dua kalau bapak mau tinjau langsung ke berbagai daerah mungkin akan lebih faham berapa sich yang kami terima sejujurnya,belum juga yang termasuk dalam k2 dan tunjangan fungsional rata-rata di potong malah ada juga tidak dapat perbulan kaena sudah masuk tunjangan fungsional. sungguh tragis nasib kami bapak,jujur sedih saya dengan peraturan ini. peraturan ada tapi solusi untuk kami tidak ada, sungguh tidak adil untuk ini semua bagi kami. pemerintah begitu sulitnya mengeluarkan dana antara rata-rata 50-150ribu rupiah untuk kami. saya ucapkan terimakasih dan mohon untuk di pertimbangkan janganlah selalu buat keputusan dengan berdalih kemajuan bangsa tapi benahi dulu sistemnya. contoh yang sampai kini belum terealisasi untuk sd ada pelajaran tematik tp penyuluhan masih belum begitu mendalam,untuk pembelajaran tematik tapi kenyataan waktu semesteran masih permapel.

    ” kita membuat peraturan dan menginstrukturkan lebih mudah dari pada melaksanakan atau mempraktikkan”.

  20. maemunah S.Pd

    Dear…. pak Menteri

    Pak menteri yang terhormat,dan bila perlu kepada bapak Peresiden. dengarkanlah isi hati kami para guru bahasa inggris. mengapa mata pelajaran b.inggris harus di hapus, bukankah b.inggris itu bahasa internasional masa sekarang malah di hapus. anak di ajarin dari sd aja di smp masih belepotan apalagi ga belajar, pikir dong pak…!! bukany tambah maju malah tambah mundur. sia-sia dong pak saya ngajar selama 6th ini trs skrng saya mau ngajar apa? mau ngajar kls udah penuh sama pns walaupun cuma numpang nama. giliran kami yang honor yang mau ngajar bener-bener eh.. malah di hapus. anak saya mau makan apa? boro-boro bisa sertifikasi ngajar yg honory sedikit aja di pecat. katay mau menghadapi globalisasi,,, gimana ngomongy kalo ga belajar b.inggris

    kurikulum yang lama aja belum nempel, udah mau di ganti. mau dibawa kemana bangsa ini?? amburadulIIII…… coba dong pa, bapak sekali-sekali melihat ke bawah jangan di atas terus. di atas sih enak. sedangkan kami yang di bawah ke injek-injek.

  1. Ping-balik: UTS “Kurikulum Nasional 2013″ | Manajemen Informasi Dokumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 208 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: